Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

KKN Kolaboratif 010 turut Serta dalam Monitoring TPPS & Kader Posyandu Desa Gumukmas

Author
Desa Gumukmas Kec. Gumukmas
26 Juli 2025 400 Kali Dilihat

Monitoring Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) serta Pertemuan Kader Posyandu di Desa Gumukmas  dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Juli 2025 telah dilaksanakan kegiatan,KecamatanGumukmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Desa bersama Lintas Sektor dalam mempercepat penurunan angka stunting di Wilayah Gumukmas.

Kegiatan Monitoring TPPS ini dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan Gumukmas, petugas gizi dari Puskesmas, Bidan, dan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) Wilayah Jember, Perangkat Desa serta seluruh Kader Posyandu di Desa Gumukmas. Dalam sesi ini, tim melalukan evaluasi terhadap pelaksanakan program juga data-data spesifik yang telah berjalan, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita kurang gizi, pemantuan tubuh kembang anak melalui posyandu serta edukasi gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Bersamaan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Pertemuan Rutin Kader Posyandu yang diikuti oleh seluruh kader dari 18 posyandu yang berjumlah 90 orang Kader di Desa Gumukmas. Dalam pertemuan ini para kader mendapatkan pembinaan dan penguatan kapasititas tentang pentingnya deteksi dini stunting, teknik pengukuran antroprometri yang benar, serta acuan minum tablet tambah darah sekitar 1 tablet/hari selama 90 hari selama masa kehamilan secara berkala, dan juga strategi komunikasi yang efektif dalam mengedukasi masyarakat.

Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi dan berbagai pengalaman antar kader dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mengingat angka stunting di Desa Gumukmas salah satu LOKUS (Lokasi Khusus) zona merah stunting bulan sebelumnya yaitu 36 anak, dan data terbaru turun menjadi 34 anak di Bulan Juli 2025. Pertemuan kader posyandu kali ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan menyampaikan kendala yang di hadapi di lapangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi anak, kendala dalam pemantauan pertumbuhan balita, hingga kebutuhan pelatihan lanjutan bagi kader. Dalam forum ini, dibahas rencana tidak lanjut untuk meningkatkan cakupan ruang lingkup kunjungan posyandu dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah stunting.

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 010 Desa Gumukmas ikut serta dalam kegiatan ini memberikan warna tersendiri. Dimulai dari pemberian sambutan oleh ketua kelompok dan menerangkan bahwa peran dari para kader penting untuk keberlangsungan kegiatan dalam menurunkan tingkat stunting. Para mahasiswa juga terlibat aktif dalam membantu kelancaran kegiatan, mendokumentasi proses monitoring dan juga saling berdiskusi dalam menjalin kerjasama antar mahasiswa dan para kader posyandu. Keterlibatan mereka menjadi wujud nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menyukseskan program-program pembangunan desa yang berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan.

Dalam pemaparan materi yang telah disampaikan oleh Ibu Ira sebagai Bidan desa, dijelaskan permasalahan terkait data stunting terutama ibu hamil yang ada di Desa Gumukmas, sekitar 36 yang berisiko tinggi dari 71 ibu hamil, 10 KEK (Kekurangan Energi Kronis) dari keseluruhan ibu hamil yang juga salah satu diantaranya terdapat 1 ibu hamil yang abortus yaitu ibu hamil yang keguguran, dan hanya 7 orang yang mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) oleh Puskesmas setempat. Dari data yang telah dipaparkan maka di upayakan dapat meningkatkan pendampingan dan pemantauan bagi ibu hamil yang berisiko tinggi di Desa Gumukmas.

Sekitar 773 balita di Desa Gumukmas diantaranya 36 anak tergolong stunting, 23 anak gizi buruk, 56 anak gizi kurang, dan 79 anak tergolong Wasting ( Kondisi Kekurangan Gizi Akut pada Anak ditandai dengan Berat Badan yang Rendah dibandingkan dengan Tinggi Badan mereka ). Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) masih menjalankan program yang sebelumnya telah ada yaitu One Day One Egg yang diselenggarakan sekali setiap bulannya.

Dibentuknya program tambahan yang akan direncanakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) seperti Program RDS (Rumah Desa Sehat) diantaranya Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, Kelas CATIN (Calon Pengantin), dan Kelas Remaja Wanita, yang merupakan fokus dari program permasalahan stunting. Begitu juga Program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga berkaitan dan menjadi indikator utama yang ada pada permasalahan stunting. Sehingga ada program tambahan yang akan direncanakan, diantaranya Sosialisasi Tidak BAB (Buang Air Besar) di Sungai, Pembuatan Jamban bagi yang tidak memiliki jamban dan Pembuatan Jentik yang merujuk pada kegiatan mencegah atau memberantas jentik nyamuk di lingkungan sekitar. Ini adalah bagian dari upaya untuk memutus siklus hidup nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dengan terlaksananya program Monitoring Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Pertemuan Kader Posyandu dalam program yang sudah berjalan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan dan hasil yang maksimal, baik dari pengurangan angka stunting kemudian bisa memenuhi gizi dari ibu hamil juga balita. Begitu juga program yang masih direncanakan mampu menjadi ide terobosan yang membawa peluang besar dalam menangani pengurangan angka stunting di Desa Gumukmas, yang mana diharapkan peran dari para kader, petugas gizi,  Bidan, B

KKBN, perangkat desa juga masyarakat itu sendiri dapat bekerjasama dalam mengurangi angka stunting di Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas.

Bagikan: