Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

KKN Kolaborasi 139 Gelar sosialisasi Ketahanan Pangan dan Rotasi Tanaman di Desa Patemon

Author
Desa Patemon Kec. Tanggul
12 Agustus 2025 176 Kali Dilihat

       Balai Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Kolaborasi 139. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus utama pada tema "Sosialisasi sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan".

Sosialisasi ini dihadiri oleh kelompok tani, subak atau ulu-ulu, serta perangkat desa yang memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian di wilayah Patemon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan demi ketahanan pangan desa.

Materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pemahaman dasar tentang ketahanan pangan. Dalam pemaparannya, ketahanan pangan dijelaskan sebagai kondisi di mana semua orang, setiap saat, memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat dan aktif. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, terdapat empat pilar utama yang harus dicapai, yaitu:

1.Ketersediaan pangan, artinya produksi pangan di suatu wilayah harus mencukupi kebutuhan masyarakat.

2.Aksesibilitas pangan, masyarakat harus mampu memperoleh pangan baik secara ekonomi maupun fisik.

3.Pemanfaatan pangan, berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap pengolahan pangan yang sehat dan bergizi.

4.Stabilitas pangan, yaitu keberlangsungan akses terhadap pangan meskipun ada tekanan atau gangguan seperti bencana, inflasi, maupun hama tanaman.

Selain materi mengenai prinsip ketahanan pangan, sosialisasi juga membahas sistem rotasi tanaman sebagai salah satu metode yang bisa diterapkan oleh petani dalam mengatasi permasalahan klasik pertanian, yaitu serangan hama. Rotasi tanaman merupakan sistem penanaman bergilir dengan jenis tanaman yang berbeda dalam satu siklus tanam. Strategi ini bertujuan memutus siklus hidup hama dan penyakit tanaman yang biasanya menyerang satu jenis tanaman secara terus-menerus.

Dalam praktiknya, rotasi tanaman juga membantu memperbaiki struktur tanah, menyeimbangkan unsur hara, dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Contohnya, setelah menanam padi, petani dapat menggantinya dengan tanaman leguminosa seperti kacang tanah yang mampu memperbaiki kesuburan tanah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi biaya produksi jangka panjang.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, dengan sesi diskusi yang memungkinkan para petani menyampaikan berbagai keluhan dan tantangan yang mereka hadapi, seperti intensitas serangan hama, kesulitan mengakses pupuk, dan minimnya pengetahuan mengenai pola tanam yang efektif. Para peserta juga aktif menanggapi materi dengan pertanyaan-pertanyaan seputar penerapan rotasi tanaman di lahan mereka masing-masing.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Patemon, khususnya kelompok tani dan pengelola irigasi (ulu-ulu), mendapatkan pengetahuan baru yang aplikatif dan mudah diterapkan. Ke depan, diharapkan pula kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas petani lokal dalam mewujudkan pertanian yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan: