80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Tim KKN-K 158 Desa Kemiri berhasil mengembangkan prototipe alat pirolisis yang memanfaatkan limbah bonggol jagung dan sekam padi untuk menghasilkan biopestisida alami. Proses pembuatan alat dimulai pada 30 Juli 2025, dengan beberapa kali pembenahan guna menyempurnakan kinerjanya. Melalui inovasi ini, limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini diolah menjadi produk yang bernilai guna. Upaya ini sejalan dengan program kerja Kemiri Tangguh dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Setelah melalui tahap perbaikan, pada 13 Agustus 2025 tim melakukan uji coba alat pirolisis di posko KKN. Hasilnya, alat berhasil meneteskan biopestisida alami hingga satu setengah botol kaca. Biopestisida ini dihasilkan dari proses pembakaran kering limbah pertanian yang mengeluarkan cairan dengan sifat antibakteri dan anti hama. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa limbah lokal dapat diubah menjadi solusi ramah lingkungan untuk pertanian.
Dengan hasil uji coba yang positif, tim KKN-K 158 yakin untuk mensosialisasikan alat ini kepada Kelompok Tani di Dusun Krajan. Sosialisasi dilakukan dengan memperagakan langsung cara kerja alat, mulai dari pengisian bahan baku hingga proses pengumpulan biopestisida. Para anggota kelompok tani terlihat antusias menyimak setiap tahap, bahkan ikut mencoba mengoperasikan prototipe tersebut. Interaksi langsung ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengolah limbah menjadi produk bermanfaat.
Salah satu anggota kelompok tani, Pak Hafid (43), menyampaikan bahwa inovasi ini membuka wawasan baru bagi petani di Dusun Krajan. Menurutnya, biopestisida alami ini bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang harganya kian mahal. Ia juga menilai pemanfaatan limbah bonggol jagung dan sekam padi sangat relevan dengan kondisi pertanian setempat. Dengan begitu, petani tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Inovasi alat pirolisis ini diharapkan menjadi solusi ganda bagi masyarakat Desa Kemiri: mengurangi limbah pertanian dan menyediakan alternatif pestisida yang ramah lingkungan. Melalui pemanfaatan sumber daya lokal, masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan dan menghemat biaya produksi pertanian. Program ini juga membuka peluang usaha baru yang sejalan dengan visi Kemiri Tangguh untuk menciptakan desa yang mandiri dan tangguh secara ekonomi. Ke depan, pengembangan alat ini akan terus dilakukan agar lebih efisien dan mudah digunakan oleh petani