Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

KKN-K 076 Latih Warga Olah Fodder Jagung Jadi Alternatif Pakan Ternak Berbasis Potensi Lokal

Author
Desa Wonojati Kec. Jenggawah
14 Agustus 2025 322 Kali Dilihat

Wonojati, 13 Agustus 2025 - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengolah pangan lokal, Mahasiswa KKN Kolaboratif 076 Desa Wonojati menggelar acara sosialisasi dan pelatihan pembuatan fodder jagung di Balai Desa Wonojati. Acara ini dihadiri oleh 40 orang audiens dari masyarakat Desa Wonojati dan beberapa mahasiswa KKN Kolaboratif yang ada di Kecamatan Jenggawah.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Bapak Nur Salam selaku Kepala BPD Desa Wonojati, yang menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 076. "Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini, karena dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wonojati," ungkapnya.

Selanjutnya, Bapak Khoirul Anwar M.Pd selaku DPL KKN Kolaboratif 076, menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengolah pangan lokal. "Kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengolah pangan lokal," tegasnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik penyemaian fodder jagung oleh kelompok KKN dan seluruh audiens. Fodder jagung dipilih sebagai program kerja utama karena potensi pangan lokal di Desa Wonojati berupa jagung dan sebagai pengolahan jagung yang gagal sortir, agar jagung tetap memiliki nilai jual.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wonojati dan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengolah pangan lokal," harap salah satu anggota kelompok KKN.

Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Wonojati dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan pangan lokal yang lebih baik.

Bagikan: