80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sebanyak 12 mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Jawa Timur diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 171 yang berlokasi di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Keempat kampus yang terlibat meliputi Universitas Jember, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Islam Jember, dan Universitas Moch Sroedji Jember.
Seluruh rencana program telah dipaparkan secara resmi kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat pada Selasa, 22 Juli 2025 bertempat di Kantor Kepala Desa Pakusari bersamaan dengan Pembentukan Panitia Hari Besar Nasional yang diselenggarakan oleh perangkat desa Pakusari. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menjaring aspirasi warga serta memperkuat sinergi antara tim KKN dan elemen masyarakat dalam merealisasikan program yang tepat guna dan berkelanjutan.
Program ini mengusung semangat kolaborasi lintas kampus dan lintas disiplin ilmu, mencakup bidang Ekonomi Pembangunan, Agribisnis, Akuntansi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Bimbingan Konseling, Sastra Indonesia, dan Sastra Inggris. Keberagaman latar belakang keilmuan dimanfaatkan dalam merancang berbagai program berbasis potensi dan kebutuhan lokal.
Fokus utama kegiatan adalah pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS), yang menjadi bagian dari misi Pemerintah Kabupaten Jember dalam pemutakhiran data dan pemetaan akses pendidikan formal bagi anak usia sekolah. Berdasarkan temuan awal, kasus anak putus sekolah masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan akibat faktor ekonomi, pernikahan dini, hingga keterbatasan akses pendidikan. Pendataan dilakukan secara langsung berbasis dusun dan RT, dengan tujuan menghasilkan data valid dan aktual untuk mendukung intervensi kebijakan pemerintah.
Selain sektor pendidikan, program prioritas lainnya adalah sosialisasi pembuatan ecoenzyme untuk mendukung pengelolaan sampah organik dan pelestarian lingkungan rumah tangga. Ecoenzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan menambah unsur hara alami. Program ini menjadi salah satu solusi terhadap persoalan lingkungan di area pertanian Desa Pakusari yang mengalami penurunan kualitas tanah, meskipun dikenal sebagai sentra produksi tembakau.
“Melalui program sosialisasi ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Memanfaatkan limbah dapur menjadi produk bermanfaat serta mendorong terciptanya desa yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan. Selain itu, ecoenzyme ini memiliki manfaat untuk pertanian, sebagai pestisida alami, pupuk cair organik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, menyeimbangkan Ph tanah, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia” Ungkap Koordinator KKN 171 Pakusari, Muhammad Farhan Ali Surya.
Di bidang pengelolaan wisata lokal, program aktivasi kembali wisata Gunung Sepikul juga menjadi perhatian. Gunung Sepikul merupakan kawasan perbukitan dengan panorama alam khas, namun belum dikelola secara maksimal. Lokasi ini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti jalur tangga menuju puncak, area outbound, dan kamar mandi umum, tetapi seluruh sarana berada dalam kondisi tidak terawat karena belum ada pengelola tetap. Aktivasi wisata dirancang melalui pendekatan partisipatif bersama masyarakat setempat dan strategi promosi digital melalui kampanye media sosial dan pembuatan konten visual. Tujuannya adalah menjadikan Gunung Sepikul sebagai destinasi wisata alternatif berbasis alam yang mampu mendukung pengembangan ekonomi lokal.
“Melalui program ini kami bertujuan untuk menghidupkan Kembali aktivitas wisata di Sepikul, bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta perekonomian masyarakat lokal. Kami juga mendorong agar pemuda lebih aktif untuk mempromosikan potensi alam di Desa Pakusari” Pungkas Farhan.
Program-program yang dijalankan dirancang tidak hanya untuk bersifat aplikatif jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan, terutama di bidang pendidikan, lingkungan, dan wisata lokal. Kehadiran KKN Kolaboratif 171 Pakusari disambut baik oleh warga dan pemerintah desa sebagai bentuk kontribusi konkret dalam pembangunan desa berbasis potensi lokal.