Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Ketahanan Pangan Dusun Rayap: KKN 164 Survei Potensi Susu Lokal

Author
Desa Kemuninglor Kec. Arjasa
08 Agustus 2025 277 Kali Dilihat

Jember – Tim KKN Kolaboratif 164 melaksanakan program Swasembada dan Ketahanan Pangandengan melakukan survei potensi susu segar di Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, pada 3–5 Agustus 2025. Survei ini memotret langsung proses produksi hingga pemasaran susu dari empat peternak lokal yang menjadi tumpuan suplai di wilayah tersebut.

 

Pelaksanaan survei dilakukan dengan metode kunjungan langsung (door to door) ke rumah para peternak. Pada Minggu, 3 Agustus 2025, kunjungan dilakukan pukul 16.00 WIB di kediaman Bapak Sukadi dan pukul 17.00 WIB di kediaman Bapak Wasit. Pada Senin, 4 Agustus 2025, tim mendatangi kediaman Bapak Sholeh pukul 09.00 WIB. Kegiatan ditutup pada Selasa, 5 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB di kediaman Bapak Andri.

 

Berdasarkan hasil pendataan, sebelum adanya rencana sosialisasi penerapan metode pasteurisasi, produk susu segar di Dusun Rayap sebagian besar dijual dalam kondisi mentah atau direbus hingga mendidih di dalam plastik. Setelah itu, susu diambil langsung oleh tengkulak sesuai jalur distribusi masing-masing peternak, sehingga para pelaku usaha tidak melakukan penjualan keliling.

 

Penerapan metode pasteurisasi diharapkan dapat memperpanjang masa simpan produk sekaligus mempertahankan kandungan gizi susu. Mengingat jumlah pelaku usaha sapi perah di Dusun Rayap hanya empat orang, pemasaran masih dilakukan secara langsung kepada konsumen (door to door) sesuai target pasar masing-masing.

 

Salah satu peternak menyampaikan, “Saya berharap ke depan dapat memiliki pelanggan tetap. Selama ini, saya menitipkan susu di beberapa toko. Dalam satu hari, satu ekor sapi dapat menghasilkan 15 – 20 liter susu.”

 

Proses pemerahan susu di Dusun Rayap hingga saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan tangan, dari perahan pukul 02.00 WIB dini hari dan 13.00 WIB siang.

 

Berdasarkan data, Bapak Sukadi memelihara 8 ekor sapi, Bapak Wasit 4 ekor, Bapak Sholeh 2 ekor, dan Bapak Andri 1 ekor.

 

Tim KKN Kolaboratif 164 menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pemetaan potensi lokal sekaligus persiapan untuk pendampingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran. Harapannya, pengolahan susu dengan metode pasteurisasi dan strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan nilai jual serta mendukung kemandirian pangan masyarakat.

 

Tim KKN Kolaboratif 164 berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelaksanaan KKN.

Bagikan: