80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Bangsalsari, 11 Agustus 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari 3 perguruan tinggi di Jember Universitas Jember, Universitas Islam Jember, dan Institut Teknologi dan Sains Mandala kembali menggelar program ketahanan pangan berkelanjutan di Desa Bangsalsari, Kabupaten Jember. Kegiatan kali ini bertajuk βProgram Ketahanan Pangan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal. Batch 2 : Pertanian dan Perikanan" yang berfokus pada optimalisasi potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
Pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif di Desa Bangsalsari berlangsung sukses dengan mengusung dua kegiatan utama, yaitu pembuatan pupuk organik asam amino di bidang pertanian dan budidaya lele dalam ember di bidang perikanan. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan desa secara berkelanjutan.
Kegiatan pembuatan asam amino dilakukan sebagai inovasi dalam pengolahan bahan organik menjadi pupuk cair bernutrisi tinggi untuk tanaman. Mahasiswa KKN bersama warga memanfaatkan limbah ikan Lemuru dan bahan pendukung lainnya, yang kemudian difermentasi hingga menghasilkan pupuk organik berkualitas. Pupuk ini diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk an organik, dan membantu petani setempat memperoleh hasil panen yang lebih baik.
Selain pembuatan asam amino, para petani juga diajarkan langsung cara pembuatan PSB (Photosynthetic Bacteria). Bakteri ini mampu melakukan fotosintesis, yaitu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Pupuk PSB memiliki berbagai manfaat, termasuk meningkatkan fotosintesis, metabolisme tanaman, daya tahan tanaman, kesuburan tanah, dan hasil panen.
Sementara itu, di bidang perikanan, mahasiswa menginisiasi program budidaya lele dalam ember (budikdamber). Kegiatan ini memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah warga, sehingga memungkinkan masyarakat memproduksi ikan lele sendiri untuk kebutuhan konsumsi maupun penjualan. Selain lele, warga juga diajarkan menanam sayuran seperti kangkung di atas ember menggunakan sistem akuaponik sederhana, sehingga satu media dapat menghasilkan dua sumber pangan sekaligus.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama pelaksanaan program. Warga tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan pupuk dan perakitan budikdamber di rumah masing-masing. Beberapa peserta mengaku tertarik untuk mengembangkan usaha kecil dari hasil panen lele dan sayuran, sehingga program ini tidak hanya bermanfaat secara pangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.
Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KKN berharap ilmu dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus diaplikasikan masyarakat secara mandiri. Pemerintah desa pun menyatakan dukungannya untuk menjadikan kegiatan pertanian dan perikanan ini sebagai program berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kemandirian pangan dapat dicapai melalui inovasi sederhana yang ramah lingkungan dan berbasis potensi lokal.