80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di tingkat desa, mahasiswa KKN Kolaboratif 2025 dari Kelompok 064 Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, melaksanakan kegiatan pengumpulan data anak putus sekolah di wilayah setempat.
Kegiatan ini merupakan salah satu tugas dari Pemerintah Kabupaten Jember di bidang Pendidikan, yang mengacu pada tema KKN Kolaboratif tahun 2025 yang bertemakan DESA CINTA (Kuliah Kerja Nyata, Cerdas, Inklusi, Tangguh). Makna cerdas dalam konteks ini adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola data serta informasi penting, salah satunya yakni penanganan kasus anak tidak sekolah. Yang berfokuskan pada pemetaan masalah akses dan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak usia sekolah di desa. Pendataan dilakukan secara langsung melalui kunjungan ke rumah-rumah warga dengan melibatkan perangkat desa, RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.
Koordinator Kelompok 064, saat ditemui di lokasi kegiatan, menyampaikan bahwa pendataan ini bertujuan untuk memperoleh data akurat mengenai jumlah dan kondisi anak-anak yang mengalami putus sekolah, serta untuk menggali faktor-faktor penyebabnya. โKami ingin agar data ini bisa menjadi pijakan awal bagi pihak desa, sekolah, maupun dinas terkait untuk merancang solusi konkret agar anak-anak tersebut bisa kembali mengenyam pendidikan,โ ujarnya.
Pendataan berlangsung sejak awal Agustus dan menyasar seluruh dusun di Desa Kawangrejo. Selain mendata, para mahasiswa juga melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga untuk mengetahui latar belakang permasalahan yang dihadapi, seperti faktor ekonomi, akses transportasi, atau motivasi belajar yang rendah.
Kepala Desa Kawangrejo mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang turut peduli terhadap persoalan pendidikan di desa. Ia menyatakan bahwa data yang dikumpulkan akan sangat membantu pemerintah desa dalam menyusun program bantuan pendidikan ke depannya. โLangkah ini sangat penting. Kami berharap ke depan bisa bekerja sama dengan sekolah dan dinas sosial untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan,โ ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pengabdi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa, khususnya dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli terhadap masa depan generasi muda.