80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Arjasa, Sukowono โ Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember menjadi salah satu desa sasaran dalam program KKN Kolaboratif Kabupaten Jember 2025. Kelompok 217 yang ditempatkan di desa ini mengusung tema ketahanan pangan dengan fokus pada potensi pertanian dan peternakan yang telah lama menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil pemetaan potensi desa, Arjasa memiliki beragam komoditas pangan unggulan yang sangat mendukung ketahanan pangan. Dari sektor pertanian, komoditas utama yang dihasilkan adalah tembakau, singkong, jagung, dan tebu. Keempat komoditas tersebut menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar petani desa. Selain itu, masyarakat juga banyak mengembangkan tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, pepaya, dan timun, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar lokal maupun regional.
Sementara itu, dari sektor peternakan, masyarakat Desa Arjasa memelihara berbagai jenis hewan ternak, mulai dari ayam, bebek, kambing, hingga sapi. Keberadaan sektor peternakan ini menjadi penopang penting ketersediaan protein hewani sekaligus meningkatkan diversifikasi sumber pangan masyarakat. Kombinasi potensi pertanian dan peternakan inilah yang menjadikan Desa Arjasa sebagai desa yang cukup tangguh dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Melalui program KKN, mahasiswa Kelompok 217 tidak hanya melakukan pendataan potensi pangan, tetapi juga memberikan sosialisasi dan pendampingan terkait pemanfaatan lahan pekarangan, teknik budidaya ramah lingkungan, hingga inovasi pengolahan hasil panen. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan nilai tambah dari komoditas pangan desa sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Kepala Desa Arjasa menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi mahasiswa. โPotensi pangan yang ada di Desa Arjasa sangat besar, tetapi memang masih perlu strategi pengelolaan dan pengembangan. Kehadiran mahasiswa KKN membantu masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kemandirian pangan, serta memberikan ide-ide inovatif yang bisa diterapkan,โ ungkapnya.
Perwakilan mahasiswa Kelompok 217 juga menuturkan bahwa kegiatan KKN ini tidak hanya menjadi sarana belajar di masyarakat, tetapi juga bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan desa. โKami ingin masyarakat dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki, sehingga ketahanan pangan desa bisa semakin kuat dan berkelanjutan,โ ujarnya.
ย
Dengan potensi yang beragam serta dukungan dari berbagai pihak, Desa Arjasa berpeluang besar menjadi contoh desa dengan ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing. Kehadiran KKN Kolaboratif 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi untuk mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Jember.