80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, menjadi lokasi kegiatan penyaluran bantuan sosial (bansos) beras yang berlangsung dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Pada Senin, 21 Juli 2025, dan Rabu, 23 Juli 2025, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) melalui kerja sama dengan Perusahaan Umum Bulog kembali menunjukkan komitmennya dalam menjamin ketahanan pangan masyarakat dengan menyalurkan bantuan berupa beras kepada warga Desa Karangrejo yang membutuhkan.
Sebanyak 610 Kartu Keluarga (KK) terdata sebagai penerima bantuan yang masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga kurang mampu yang terdampak oleh tekanan sosial dan ekonomi. Proses distribusi bansos ini tidak hanya melibatkan pemerintah desa dan instansi terkait, tetapi juga menggandeng berbagai unsur pendukung seperti:
Salah satu bentuk modernisasi dalam kegiatan ini adalah penggunaan sistem digital melalui aplikasi Banpang Mobile. Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan diwajibkan membawa undangan yang dilengkapi dengan barcode, KTP asli, serta fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk keperluan verifikasi. Proses ini diawasi dan dibantu langsung oleh mahasiswa KKN Kolaboratif yang turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keamanan data pribadi serta cara penggunaan aplikasi digital yang digunakan dalam proses pendataan bantuan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat memberikan dampak positif dalam penyelenggaraan program sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Karangrejo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama dari seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif 013 dinilai membawa energi positif dan membantu menciptakan suasana yang tertib, ramah, dan lancar selama proses penyaluran berlangsung. Program bantuan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta sinergi antar elemen masyarakat dan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, Desa Karangrejo tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi contoh nyata dari praktik kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, instansi sosial, dan mahasiswa dalam upaya membantu masyarakat.