Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Kantor NU Desa Karangbayat. upaya mendukung organisasi yang cinta NKRI

Author
Desa Karangbayat Kec. Sumberbaru
01 September 2025 333 Kali Dilihat

Karangbayat, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, dikenal sebagai salah satu desa dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Hampir 99,9 persen warganya merupakan Muslim yang mayoritas menganut ajaran Nahdlatul Ulama (NU). Keberadaan NU di desa ini sudah sangat lama dirasakan manfaatnya, mulai dari pembinaan keagamaan, pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, berdirinya kantor Ranting NU Karangbayat menjadi momentum yang sangat dinantikan masyarakat.

Bagi warga Karangbayat, NU bukan hanya organisasi keagamaan semata. NU telah menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan mereka. Tradisi keagamaan yang diwariskan para kiai dan ulama terdahulu, seperti tahlilan, yasinan, manaqiban, dan berbagai pengajian, masih terus dilestarikan hingga kini. Namun, selama ini kegiatan-kegiatan tersebut belum memiliki pusat koordinasi yang memadai. Dengan adanya kantor ranting NU, seluruh aktivitas keagamaan kini bisa lebih terarah dan terorganisir.

Peresmian kantor Ranting NU Karangbayat menjadi peristiwa bersejarah yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara tersebut dihadiri langsung oleh KH. Marzuki Mustamar, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Beliau dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang tak hanya mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga dekat dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, KH. Marzuki Mustamar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif mewujudkan berdirinya kantor ranting ini. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus ranting NU Karangbayat dan juga kepala desa Karangbayat karena telah berikhtiar menjadi salah satu desa yang bergerak mewujudkan cita-cita besar NU. Berdirinya kantor ranting NU ini menjadi simbol kehidupan yang harmonis dan keadaan yang tentram di desa ini. Semoga Allah sejahterakan seluruh masyarakat Karangbayat," dawuh beliau dengan penuh khidmat.

Ucapan beliau kemudian disambut dengan lantunan doa yang dipimpin oleh KH. Marzuki Mustamar sendiri. Jamaah yang hadir dengan penuh kekhusyukan mengamini setiap doa yang dipanjatkan. Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti seluruh rangkaian acara peresmian tersebut.

Antusiasme warga Karangbayat terhadap peresmian kantor ranting NU ini sangat luar biasa. Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati area acara. Mereka datang dari berbagai dusun di Karangbayat, bahkan ada yang membawa serta keluarga untuk bersama-sama menyaksikan momen bersejarah tersebut. Bagi mereka, kehadiran kantor ranting NU tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kegiatan spiritual dan sosial yang akan membawa banyak kebaikan bagi desa.

Setelah diresmikan, kantor Ranting NU Karangbayat langsung menggelar berbagai kegiatan rutin. Dua di antaranya yang paling menonjol adalah Lailatul Ijtima’ dan Khatmil Qur’an Kamis Kliwon. Lailatul Ijtima’ merupakan kegiatan pengajian dan doa bersama yang biasanya digelar setiap bulan. Acara ini dihadiri oleh warga dan para kiai setempat untuk membahas persoalan keagamaan, sosial, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Sementara itu, Khatmil Qur’an Kamis Kliwon menjadi tradisi yang sangat dinantikan warga. Pada malam tersebut, para jamaah berkumpul di kantor ranting untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an bersama-sama. Doa-doa khusus dipanjatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan warga desa, serta untuk memohon keberkahan hidup. Tradisi ini telah berlangsung lama, namun dengan adanya kantor ranting NU, pelaksanaannya menjadi lebih terkoordinasi dan khidmat.

Kepala Desa Karangbayat juga menyampaikan rasa syukurnya atas terwujudnya kantor ranting NU di desanya. Menurutnya, keberadaan kantor ini akan menjadi pusat pembinaan akhlak dan keagamaan bagi generasi muda, sekaligus wadah untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan yang positif. "Kami berharap kantor ranting NU ini dapat menjadi tempat lahirnya ide-ide besar untuk kemajuan desa, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Sejak diresmikannya kantor ranting NU, banyak perubahan positif yang dirasakan warga. Selain meningkatnya semangat keagamaan, solidaritas antarwarga juga semakin erat. Berbagai kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bakti sosial, hingga gotong royong memperbaiki fasilitas umum kini sering digelar atas inisiatif pengurus ranting NU.

Para pemuda Karangbayat pun mulai aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan NU. Mereka tidak hanya ikut serta dalam acara keagamaan, tetapi juga dilibatkan dalam pelatihan kepemimpinan, kajian keislaman, dan kegiatan kreatif lainnya. Dengan demikian, kantor ranting NU tidak hanya menjadi pusat dakwah, tetapi juga sarana pemberdayaan generasi muda.

Bagi kalangan ibu-ibu, kantor ranting NU turut membuka peluang untuk menghidupkan kembali kegiatan Muslimat NU di tingkat desa. Mereka rutin mengadakan pengajian, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan ekonomi kreatif yang hasilnya dapat membantu perekonomian keluarga.

Kehadiran kantor ranting NU Karangbayat benar-benar membawa semangat baru bagi seluruh warga desa. Setiap kegiatan yang digelar selalu ramai dihadiri masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa NU masih menjadi organisasi keagamaan yang sangat dekat di hati umat, khususnya di pedesaan.

Di tengah arus modernisasi yang begitu deras, NU tetap konsisten mempertahankan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, toleran, dan cinta tanah air. Berdirinya kantor ranting NU di Karangbayat menjadi bukti nyata bahwa NU selalu hadir di tengah masyarakat untuk membimbing umat agar tetap berpegang teguh pada ajaran agama sekaligus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Ke depan, pengurus ranting NU Karangbayat berencana memperluas program kerjanya. Selain kegiatan keagamaan, mereka berkomitmen untuk mengembangkan program pendidikan nonformal, pelatihan keterampilan bagi pemuda, serta kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Semua ini dilakukan demi terwujudnya desa yang religius, maju, dan sejahtera.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari warga, kantor ranting NU Karangbayat diyakini akan menjadi pusat peradaban Islam di tingkat desa yang mampu melahirkan generasi berakhlakul karimah dan berwawasan luas. Seperti dawuh para kiai, "Di mana ada NU, di situ ada keberkahan." Ungkapan ini kini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Karangbayat.

Bagikan: