Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

INOVASI TANGGUH: PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PANGAN UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DESA

Author
Desa Selodakon Kec. Tanggul
13 Agustus 2025 359 Kali Dilihat

Sebagai daerah yang unggul dalam sektor pertanian, komoditas kacang tanah, padi, jagung, dan kopi sudah menjadi sektor utama pencaharian bagi masyarakat Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Seiring dengan potensi yang dihasilkan, terdapat permasalahan yang menjadi tantangan dalam pertanian yaitu penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak tanah dalam jangka panjang. Berdasarkan permasalahan tersebut, kelompok KKN Kolaboratif 136 Selodakon menghadirkan sebuah inovasi ramah lingkungan melalui program kerja pelatihan kepada petani Desa Selodakon dalam pembuatan pupuk organik cair dan bakteri fotosintetik (Photosynthetic Bacteria/PSB) berbahan dasar limbah rumah tangga.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan penerapan pertanian ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan menekan biaya produksi pertanian.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan alternatif pupuk yang mudah dibuat, murah, dan ramah lingkungan. Limbah dapur yang selama ini dibuang begitu saja ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk cair yang kaya nutrisi,” ujar Rizal Ali, mahasiswa KKN dari Fakultas Pertanian, Universitas Moch Sroedji Jember.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara membuat pupuk organik cair dari limbah sayuran dan sisa makanan, serta cara membuat PSB menggunakan media air cucian beras dan bahan alami lainnya. Pupuk ini berfungsi meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang pertumbuhan tanaman pertanian. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi singkat tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, deskripsi singkat POC dan PSB beserta manfaat dan keunggulannya. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi langsung pembuatan pupuk oleh mahasiswa KKN beserta penjelasan takaran penggunaannya.

Ketua GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Mutiara Tani, Bapak Haji Ali Munthoha yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena bisa menambah pengetahuan warga dan harapannya warga bisa terus mempraktikkan ilmu ini, dan ke depannya pertanian di desa ini bisa lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Pak Rizal, mengaku senang dengan adanya program ini dan berkeinginan mencoba menggunakan pupuk yang telah dibuat. “Baru tahu kalau limbah dapur bisa jadi pupuk. Ternyata caranya mudah, akan saya coba pakai di kebun saya.” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswa KKN meletakkan alat pembuatan POC dan PSB di basecamp GAPOKTAN Desa Selodakon untuk dapat digunakan sebagai wadah fermentasi oleh seluruh kelompok tani bersamaan dengan monitoring dari pihak tim KKN Kolaboratif. Harapan kedepannya pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam mengelola limbah serta dapat dipraktikkan untuk pertanian di Desa Selodakon.

Ditulis oleh Kelompok KKN Kolaboratif Desa Selodakon Tahun 2025

Bagikan: