Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

FAD & KKN 193 LEMBENGAN SUARAKAN ANTI KEKERASAN DAN CEGAH PERKAWINAN ANAK DI FESTIVAL EGRANG XIII

Author
Desa Lembengan Kec. Ledokombo
28 Juli 2025 393 Kali Dilihat

 

Festival Egrang merupakan acara tahunan yang dilaksanakan di kecamatan Ledokombo kabupaten jember sejak tahun 2010 untuk melestarikan budaya lokal melalui permainan tradisional egrang. Festival egrang ini merupakan wadah kretif yang mengintegrasikan permainan tradisional egrang dengann ajang edukatif dan sosial ekonomi masyarakat ledokombo. Egrang merupakan sepasang bambu yang dimainkan dalam beragam gerakan tari. Hal ini menjadikan permainan egrang sebagai simbol keseimbangan, ketekunan, dan sportifitas. festival egrang meliputi banyak kegiatan diantaranya sebagai berikut :

1.    Jambore Anak Tanoker : asesi bermain permainan tradisional dan polo lumpur untuk anak – anak dari keluarga buruh migran.

2.     Parade Tari Egrang : menampilkan tari menggunakan egrang dengan koreografi kreatif dan kostum tradisional dari beberapa budaya yang ada di Indonesia.

3.     Sound mini dan Musik Patrol : hiburan unik yang menampilkan miniatur truk yang di modifikasi dan kentongan tradisional yang di iringi penari.

Pada hari Sabtu 26 Juli 2025, Forum Anak Desa (FAD) Lembengan dan KKN Kolaboratif posko 193 desa Lembengan membawakan penampilan yang menarik dan sangat mengedukasi terutama bagi masyarakat di kecamatan Ledokombo. Penampilan yang dibawakan yakni jingle yang berjudul Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, jingle ini merupakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang dibawakan dengan gerakan flash mob, tari dan formasi kelompok yang memiliki pesan kolektif bahwa kekerasan bukan persoalan individu melainkan isu sosial yang perlu ditangani bersama. Selain itu FAD dan KKN posko 193 juga melakukan aksi kampanye menyuarakan anti pernikahan dini dengan properti yang dilengkapi kata – kata penuh makna yang diharapkan dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi anak dan tidak memaksa anak untuk menikah di usia dini. Kata – kata yang mereka buat antara lain : “Perempuan memiliki Hak yang sama, Kami Bukan Second People”, “Jangan Ajarkan Anak Perempuan Menutup Diri, Ajarkan DuniaMenghormati”, “Pendidikan Seks Itu Pelindung Bukan Dosa”, “Stop Normalisasikan Perkawinan Anak”, “Anak Butuh sekolah Bukan Pelaminan”, dan masih banyak kata-kata lainnya yang mereka bawakan. Sukma selaku Fasilitator sekaligus peserta dari festival Egrang ini memberikan tanggapan "Kampanye seperti ini memang perlu untuk disuarakan guna membantu menyadarkan masyarakat terhadap kepedulian mereka akan hak anak dan perempuan." Hal ini disambut dengan penuh semangat dan antusias dari masyarakat Ledokombo ditandai dengan sorakan yang meriah, selain itu hal ini juga di dukung serta disambut dengan semangat langsung dari Ibu Ciciek Farha selaku Founder Tanoker Ledokombo, beliau sangat antusias sekali dengan aksi yang dilakukan oleh ForumAnak Desa dan KKN Kolaboratif Lembengan. Beliau berharap kampanye ini dapat terus dilakukan agar menggugah jiwa anak muda lainnya untuk menyuarakan hak – hak anak dan perempuan, dan menyadarkan anak – anak akan pentingnya pendidikan, dan tidak menikah di usia dini.

 

 

 

Bagikan: