Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Eksplorasi Potensi Pertanian Desa Tegalwaru Bersama KKN Kolaboratif 061

Author
Desa Tegalwaru Kec. Mayang
19 Agustus 2025 329 Kali Dilihat

Mayang, Rabu 12 Agustus 2024

Desa Tegalwaru di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, dikenal sebagai salah satu desa dengan potensi pertanian yang sangat menjanjikan. Dengan bentang lahan persawahan yang luas dan subur, desa ini menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung utama ekonomi masyarakat. Dua komoditas utama yang dihasilkan dari lahan pertanian Tegalwaru adalah padi dan tembakau, yang selama bertahun-tahun menjadi andalan warga dalam menopang kehidupan sehari-hari.

Produktivitas Pertanian yang Tinggi

Padi menjadi komoditas pokok yang ditanam hampir sepanjang tahun. Dengan sistem tanam yang berkesinambungan, hasil panen padi per hektar mampu mencapai 5 hingga 6 ton gabah kotor. Jika dikalkulasikan, nilai jual dari 6 ton gabah dapat mencapai sekitar Rp43.800.000, angka yang cukup signifikan dalam mendukung ekonomi rumah tangga petani.

Selain padi, tembakau juga menjadi primadona pertanian Desa Tegalwaru. Komoditas ini ditanam setahun sekali dan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan padi, bahkan hingga tiga kali lipat, bergantung pada kualitas mutu tembakau yang dihasilkan. Hal ini menjadikan tembakau sebagai salah satu aset penting bagi desa dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun, petani juga memahami bahwa setelah panen tembakau, penanaman sayuran tidak disarankan karena kadar pH tanah yang meningkat, sehingga perlu adanya jeda waktu dan pengelolaan tanah yang tepat.

Tantangan yang Dihadapi Petani

Meski memiliki produktivitas tinggi, petani Tegalwaru juga berhadapan dengan tantangan yang cukup serius. Pada musim hujan, serangan hama tikus kerap menjadi masalah utama yang merusak tanaman padi. Sementara itu, di musim tanam, burung sering menyerang dan mengganggu proses pertumbuhan padi.

Ketersediaan air juga menjadi faktor penting yang masih harus diperhatikan. Sawah yang berdekatan dengan sumber air relatif aman dari kekeringan, sementara sawah yang letaknya lebih jauh seringkali kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama di musim kemarau. Kondisi ini membuat sebagian petani masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan sistem irigasi alami.

Inovasi Pertanian dan Adaptasi Modern

Di tengah tantangan yang ada, sebagian petani Tegalwaru mulai mengadopsi inovasi pertanian modern. Beberapa di antaranya mencoba menerapkan metode hidroponik untuk menanam sayuran, bahkan ada yang mulai menguji coba penanaman padi dengan metode ini. Meski proses hidroponik membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan metode tradisional, cara ini dinilai mampu menjadi alternatif dalam menjaga ketahanan pangan serta membuka peluang baru di bidang pertanian.

Langkah inovatif ini juga didorong oleh adanya transfer pengetahuan dari kalangan akademisi, termasuk mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 061, yang hadir di Desa Tegalwaru. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, para mahasiswa ikut memberikan edukasi, pendampingan, dan gagasan baru dalam memaksimalkan potensi pertanian desa.

Potensi Agrowisata di Tegalwaru

Selain berfungsi sebagai pusat produksi pangan, persawahan Desa Tegalwaru juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata. Hamparan sawah yang luas, pemandangan pedesaan yang asri, serta aktivitas pertanian tradisional dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Wisata edukasi pertanian (agro-edu tourism) misalnya, dapat memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk belajar mengenai proses bertani, mulai dari menanam padi hingga panen. Konsep ini tidak hanya dapat menambah nilai ekonomi bagi desa, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Tegalwaru.

Kolaborasi untuk Pengembangan Desa

Kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 061 memberikan energi baru bagi Desa Tegalwaru. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, berbagai ide serta inovasi pengembangan pertanian mulai digali. Hal ini tidak hanya memperkuat produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang pengembangan desa menuju sektor yang lebih luas, seperti pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan pemuda desa.

Kepala Desa Tegalwaru dalam keterangannya menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini. โ€œPertanian adalah nadi utama masyarakat Tegalwaru. Kami bersyukur hasil panen masih melimpah, namun kami juga sadar ada tantangan yang harus diatasi. Kehadiran mahasiswa KKN membantu kami melihat potensi lebih jauh, termasuk kemungkinan menjadikan Tegalwaru sebagai desa agrowisata,โ€ ujarnya.

Harapan ke Depan

Dengan potensi yang besar dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Tegalwaru diyakini mampu menjadi contoh desa yang mandiri di bidang pertanian. Pengembangan inovasi pertanian modern, pengelolaan tanah yang berkelanjutan, serta pemanfaatan potensi agrowisata dapat menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ย 

Keterlibatan aktif pemerintah desa, masyarakat, dan pihak eksternal seperti perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat proses transformasi Desa Tegalwaru dari desa agraris tradisional menjadi desa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Bagikan: