Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, Mahasiswa KKN k 203 Aktif di Posyandu Sumberjambe

Author
Desa Sumberjambe Kec. Sumberjambe
15 Agustus 2025 307 Kali Dilihat

Sumberjambe, Jember – 5 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kelompok 203 dari Universitas Jember menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak di Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Salah satu program kerja utama yang diusung adalah kunjungan dan dukungan langsung dalam pelaksanaan Posyandu yang rutin dilakukan oleh warga desa bersama kader kesehatan.

Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita, mengenai pentingnya pencegahan stunting serta perawatan kesehatan yang tepat sejak dini. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa 5 Agustus 2025, dan dihadiri oleh  warga desa, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta para kader Posyandu setempat.

Mahasiswa Turun Langsung Bantu Jalannya Posyandu

Sejak pagi hari, mahasiswa KKN 203 sudah hadir di tempat posyandu per dusun untuk membantu berbagai persiapan kegiatan Posyandu. Mereka terlibat aktif dalam berbagai proses, mulai dari registrasi peserta, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, hingga pendataan dan pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS).

“Ini pertama kalinya saya membantu langsung kegiatan Posyandu. Ternyata prosesnya sangat sistematis dan penuh perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Saya jadi lebih sadar pentingnya kegiatan ini bagi masa depan generasi bangsa,” ujar Ratri, salah satu anggota KKN Kolaboratif 203.

Para mahasiswa juga bekerja sama dengan kader dan bidan desa dalam menyiapkan  vitamin untuk diminum oleh adik adik balita.

Penyuluhan Cegah Stunting, Edukasi Gizi dan Pola Asuh Sehat

Salah satu kegiatan inti dari program ini adalah penyuluhan kesehatan yang mengangkat tema “Cegah Stunting Sejak Dini, Wujudkan Anak Sehat dan Cerdas”. Penyuluhan dipandu oleh mahasiswa dengan latar belakang pendidikan kesehatan masyarakat, serta didampingi langsung oleh bidan desa dan kader Posyandu.

Dalam penyuluhan tersebut, dijelaskan secara rinci apa itu stunting, faktor penyebabnya, dampak jangka panjang bagi anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan. Ibu-ibu peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, peran ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, pentingnya imunisasi lengkap, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan yang kurang, tapi juga berpengaruh pada kecerdasan dan kesehatan anak di masa depan. Maka penting bagi ibu hamil dan ibu balita untuk memperhatikan gizi dan pola asuh sejak dini,” ujar Yoga Pratama, narasumber penyuluhan dari KKN 203.

Penyuluhan disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami dan diselingi dengan sesi tanya jawab, sehingga peserta terlihat sangat antusias. Beberapa ibu bahkan mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka mendapatkan informasi yang begitu lengkap mengenai stunting dan gizi anak.

Pendataan Kasus Stunting, Langkah Awal Intervensi Berbasis Data

Selain membantu pelaksanaan Posyandu dan penyuluhan, mahasiswa KKN 203 juga melakukan pendataan awal kasus stunting di Desa Sumberjambe. Pendataan dilakukan secara langsung dengan mencatat tinggi badan dan berat badan anak-anak yang hadir, serta mencocokkannya dengan standar WHO untuk mendeteksi indikasi stunting.

Data ini akan dikompilasi dan dianalisis, lalu diserahkan kepada pemerintah desa dan Puskesmas sebagai bahan pertimbangan untuk program penanganan dan pencegahan stunting ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi berbasis data untuk memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti hanya pada penyuluhan, tetapi juga bisa memberikan manfaat jangka panjang lewat data yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan desa,” ungkap Koordinator KKN 203, Lailatul Zahro.

Sejumlah ibu peserta Posyandu juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan secara rutin, bahkan setelah program KKN berakhir. “Saya jadi lebih tahu makanan apa saja yang bagus untuk anak. Tadi juga dijelaskan soal pentingnya cuci tangan dan minum air bersih. Semoga ada kegiatan seperti ini lagi,” kata Bu Nia, ibu dua anak yang menjadi peserta aktif.

Program kerja KKN 203 di Desa Sumberjambe menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup ibu dan balita. Dengan pendekatan edukatif, praktis, dan berbasis data, kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi awal bagi desa menuju generasi sehat dan unggul di masa depan.

 

Bagikan: