Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Desa Tegalwangi: Surga Potensi Lokal yang Siap Mendunia

Author
Desa Tegalwangi Kec. Umbulsari
03 Agustus 2025 869 Kali Dilihat

Tegalwangi, Jember – Desa Tegalwangi, yang terletak di Kabupaten Jember, menunjukkan geliat kemajuan melalui beragam potensi lokal yang terus dikembangkan. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga ekonomi kreatif, desa ini menjadi contoh nyata kemajuan desa berbasis potensi alam dan kearifan lokal.

Di sektor pertanian, jeruk kalamansi dan jambu kristal menjadi andalan. Jeruk kalamansi yang produktif mampu menghasilkan lebih dari 100 kilogram permasa panen, sedangkan jambu kristal diminati karena cita rasanya yang manis dan renyah, serta minim biji. Buah ini dapat dipanen setiap dua bulan sekali, menjadikannya komoditas berkelanjutan.

Tegalwangi juga dijuluki “Kampung Gurame” karena budidaya ikan gurame yang mendominasi wilayah ini. Dengan ±50 kolam, desa ini mampu memproduksi hingga 3,8 kwintal gurame per tahun, yang diolah menjadi produk beku maupun abon. Selain gurame, ikan lele dan nila juga dibudidayakan secara intensif. Dusun Krangkongan, khususnya, dikenal sebagai penghasil lele terbanyak, dengan pemasaran yang menjangkau hingga pusat kota Jember.

Melengkapi potensi perikanan, Desa Tegalwangi juga memiliki kolam pemancingan “Tirto Wangi” yang menjadi daya tarik wisata lokal. Kolam ini memiliki berbagai jenis ikan seperti nila, patin, dan tawis. Tirto Wangi dikelola langsung oleh pemuda desa sebagai bentuk pelimpahan untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi Desa Tegalwangi.

Dalam bidang ekonomi kreatif, Desa Tegalwangi memiliki Batik Nahiden's, sebuah UMKM yang memproduksi batik tulis dan pemasarannya telah menembus pasar internasional salah satunya negara Belanda. Batik khas ini menggunakan pewarna alami dari bahan seperti kulit rambutan, mahoni, serabut kelapa, dan buah kakao, untuk menciptakan motif yang otentik dan ramah lingkungan.

Selain itu, keberadaan Sanggar Wayang di Desa Jatisongo turut mengukuhkan identitas budaya Tegalwangi. Pertunjukan wayang digelar secara istimewa setiap 1 Muharram, menjadi simbol pelestarian seni tradisi di tengah modernisasi.

Dengan semangat kolaboratif dan keberagaman potensi, Desa Tegalwangi terus bergerak menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Potret desa ini menjadi inspirasi nyata bahwa desa bisa mandiri, kreatif, dan bersaing di kancah global.

Bagikan: