Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Dengar, Tindak, Layani: Semangat Jum’at Curhat Polres Jember di Desa Sarimulyo

Author
Desa Sarimulyo Kec. Jombang
11 Agustus 2025 325 Kali Dilihat

Sarimulyo, Jum’at, 25 Juli 2025 Sebagai wujud nyata dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, Polres Jember terus menggelar program Jumat Curhat secara berkelanjutan. Program ini hadir sebagai ruang interaktif yang memungkinkan masyarakat menyampaikan secara langsung berbagai keluhan, masukan, serta kritik konstruktif terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Jember. Melalui pendekatan ini diharapkan tercipta hubungan yang lebih terbuka, partisipatif, dan solutif antara kepolisian dan warga.

Pada hari Jumat 25 Juli 2025, kegiatan Jumat Curhat kembali digelar dan kali ini bertempat di Desa Sarimulyo Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan desa termasuk Kabagren Polres Jember Kompol Sudaryanto beserta jajaran, Kepala Desa Sarimulyo Ibu Ernawati, S.Sos., perwakilan dari Kecamatan Jombang (Kasitantrip), Kasat Sabhara, perangkat desa seperti kepala dusun, RT/RW, Ketua BPD, kader PKK, mahasiswa KKN, serta masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si., yang sedianya akan memimpin langsung jalannya kegiatan berhalangan hadir karena tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh karena itu kegiatan dipimpin oleh Kabagren Kompol Sudaryanto yang didampingi oleh Kasat Lantas AKP Fahmi Adiatma bersama sejumlah perwira Polres Jember lainnya.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan dari Kompol Sudaryanto mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Polri yang di antaranya adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat secara menyeluruh tanpa terkecuali. Beliau menegaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan bagian dari implementasi prinsip “Polri untuk Masyarakat” di mana aspirasi publik menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan. Dalam kesempatan ini ia juga memperkenalkan berbagai program Polri yang tengah berjalan dan mendorong masyarakat untuk aktif memberikan masukan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.

Salah satu isu penting yang turut menjadi perhatian dalam forum ini adalah masalah gizi dan pencegahan stunting. Kapolres melalui Kabagren menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan akses makanan bergizi gratis, terutama bagi anak-anak yang masuk kategori berisiko stunting. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, Kompol Sudaryanto juga menyinggung pentingnya strategi jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pelaksanaan program-program nasional yang selaras dengan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun Nasional). Untuk jangka pendek, fokus diarahkan pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat di berbagai sektor. Sementara itu, strategi jangka menengah dan panjang difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas lembaga guna mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Ia juga menegaskan bahwa sinergi fungsi teritorial antara TNI dan Polri memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab warga Desa Sarimulyo diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. Warga menyampaikan kekhawatiran mereka karena meskipun edukasi tentang bahaya narkoba telah dilakukan melalui berbagai kanal, masih banyak remaja yang penasaran dan tergoda mencoba barang haram tersebut. Warga juga menanyakan apakah Polres Jember memiliki program hukum berbasis desa yang berfokus pada pencegahan narkoba seperti desa binaan atau desa bebas narkoba.

Menanggapi hal tersebut Kompol Sudaryanto menjelaskan bahwa Polres Jember telah menjalankan program Kampung Tangguh Anti Narkoba sejak 2–3 tahun terakhir. Program ini difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat penyalahgunaan narkotika yang tinggi, seperti Kecamatan Patrang dan khususnya daerah Jember Lor. Berdasarkan data, wilayah tersebut mencatatkan sejumlah pengungkapan besar kasus narkotika termasuk temuan satu kilogram sabu-sabu dan ratusan ribu hingga jutaan butir pil koplo. Namun demikian, karena keterbatasan anggaran dan jumlah desa yang cukup banyak di Kabupaten Jember (sekitar 226 desa), program ini belum dapat diterapkan secara merata di seluruh wilayah. Di desa-desa yang menjadi sasaran, program ini dijalankan melalui kolaborasi antara masyarakat dan pihak kepolisian, dengan fokus pada peningkatan kesadaran, pencegahan, dan penguatan fungsi Harkamtibmas.

Selain itu Kompol Sudaryanto menyoroti bahwa penyebab utama kenakalan remaja termasuk keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba, tidak terlepas dari pengaruh lingkungan dan pola asuh keluarga. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter anak, dan lingkungan sosial yang positif dapat menjadi benteng utama dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Polres Jember berharap terjalin hubungan yang lebih dekat dan harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Keterbukaan dalam menerima kritik dan masukan dari warga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban serta keamanan di wilayah Kabupaten Jember.

 

Bagikan: