Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Cegah STUNTING Pemdes Sempolan Laksanakan ONE DAY ONE EGG

Author
Desa Sempolan Kec. Silo
01 Agustus 2024 529 Kali Dilihat

Pemdes Sempolan – Program One Day One Egg atau satu hari satu telur mulai dijalankan di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Program one day one egg diluncurkan oleh Kepala Desa Sempolan Mohammad Fadli bertempat di aula kantor balai desa Sempolan, Rabu (31/07/2024).

Acara yang dimulai pukul 09:00 wib dihadiri kepala Desa Sempolan, Dinas PMD kabupaten Jember, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), sekertaris camat, pmks kecamatan pendamping desa dan pendamping local desa, BPD desa Sempolan, lpmd, TP PKK, kader posyandu, Siswa siswi SMK Nurul Islam Sempolan,kkn posko 053 Sempolan dan undangan Lainnya.

Mengusung tema Cegah Stunting One Day One Egg (Odoe), satu butir satu telur diberikan kepada sasaran anak balita sejumlah 34 dan ibu hamil sejumlah 14 orang. Upaya ini dinilai menjadi pilihan yang sangat efektif untuk percepatan penurunan angka stunting karena mudah dan cepat serta dapat dijangkau masyarakat.

“Untuk bisa melihat penurunan yang signifikan, ibarat ini menjadi salah satu project karena memang dari data yang ada, tingkat stunting di desa ini agak lumayan tinggi. Sehingga kita akan lihat beberapa waktu kedepan Insya Allah dengan program yang dilakukan bisa mengatasi masalah stunting di desa ini,” tutur kepala desa Sempolan, Mohammad Fadli.

“pada hari ini kita juga akan melaksanakan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan, yang akan di berikan materi oleh DP3AKB. Kami sangat support karena memang pengembangan sumber daya manusia menenetukan masa depan daerah kita juga. Anak – anak kita ini 5 – 10 tahun mendatang akan menjadi wajah desa Sempolan,” ungkap bapak Mohammad Fadli.

Sementara itu, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa mengajak masyarakat untuk memperbaiki pola konsumsi pangan. Ia mencontohkan, pemenuhan kebutuhan gizi tidak selalu dari bahan bahan yang berharga mahal dan juga sering kita temui di sekitar kita seperti tempe dan tahu. Juga dengan kehidupan di desa yang biasanya banyak memelihara hewan peliharaan seperti ayam, bisa kita manfaatkan daging dan telurnya. Serta karbohidrat tidak harus berasal dari nasi namun juga bisa diganti dengan jagung, ubi kayu, dan sagu.

“Saat ini kita cenderung makan hanya pada satu atau dua jenis makanan, padahal potensi makanan kita itu banyak di indonesia. Yang namanya sumber karbohidrat itu bisa sampai 7 jenis, kita taunya cuma nasi. Sekarang saatnya kita harus mengoptimalkan potensi itu,” jelas bapak kepala Dinas Adi wijaya

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan yang disampaikan oleh bapak Poerwahyudi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB),

Terakhir acara ditutup dengan pemberian telur secara simbolis.

-DNY

Bagikan: