80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Jember, 22 Juli 2025--- Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari berbagai perguruan tinggi secara aktif turut serta dalam kegiatan pembagian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di wilayah tempat mereka mengabdi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2025 ini merupakan bagian dari bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat serta upaya menjawab kebutuhan sosial di tingkat lokal.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat lebih dari 500 warga dengan KTP setempat menerima bantuan sosial berupa paket sembako. Para penerima terdiri dari keluarga pra-sejahtera, lansia, janda, serta kelompok rentan lainnya yang terdampak kondisi ekonomi pasca-pandemi dan perubahan sosial yang terjadi belakangan ini.
Mahasiswa KKN Kolaboratif terlibat secara langsung dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari proses pendataan penerima, pengemasan logistik bantuan, hingga distribusi ke titik-titik penyaluran yang telah ditentukan bersama pemerintah desa dan lembaga sosial mitra.
Koordinator Desa KKN Kolaboratif Posko 085, Muhammad Rozzan Muzakka, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk aksi sosial, melainkan sekaligus wadah pembelajaran dan penguatan karakter mahasiswa dalam membangun relasi dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang teknis pelaksanaan program sosial, tetapi juga memahami langsung realitas sosial masyarakat. Ini adalah bagian penting dari proses pendidikan yang kami jalani," ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa yang mengapresiasi kehadiran dan kontribusi para mahasiswa. Kepala Desa Rowoindah , Bapak Rudi Hartono S.E, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya meringankan beban distribusi bantuan, tetapi juga memberikan energi positif dan inspirasi bagi masyarakat.
"Kami sangat terbantu dengan partisipasi aktif adik-adik mahasiswa. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi benar-benar bisa hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar teori tetapi tindakan nyata," ujar Kepala Desa.
Program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial. Melalui program KKN Kolaboratif, mereka hadir bukan hanya sebagai pelaksana program akademik, melainkan juga sebagai agen perubahan yang membawa semangat gotong royong, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan lebih dari 500 warga yang menerima manfaat secara langsung, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menciptakan dampak sosial yang signifikan dan berkelanjutan. Diharapkan, praktik baik seperti ini dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan KKN di berbagai wilayah lainnya di Indonesia.