80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
DESA CAKRU – Akses terhadap pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan inklusif kini hadir langsung di tengah masyarakat Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Pada Senin, (27/07/2026), Kelompok 002 KKN Kolaboratif Jember 2026 sukses mendampingi warga dalam mengakses layanan BPJS Kesehatan secara virtual melalui sistem VIOLA (Virtual Office Layanan Peserta). Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.30 WIB di Balai Desa Cakru ini menjadi solusi konkret agar masyarakat dapat mengurus administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara gratis tanpa perlu pergi ke kantor cabang fisik BPJS Kesehatan.
Pelaksanaan program ini berlangsung responsif tepat setelah rapat koordinasi program kerja KKN bersama Pemerintah Desa Cakru selesai digelar. Meski awalnya kuota dibatasi 20 orang demi efektivitas komunikasi, antusiasme masyarakat Desa Cakru ternyata melonjak tinggi hingga jumlah warga yang hadir membawa dokumen persyaratan melebihi perkiraan semula.
Alur pelayanan VIOLA dirancang secara terstruktur dan ramah bagi kelompok lansia. Tahap awal dimulai dari pendaftaran dan verifikasi berkas fisik berupa Kartu Keluarga (KK), KTP, dan buku tabungan oleh mahasiswa KKN. Selanjutnya, warga diarahkan ke meja pelayanan digital yang dilengkapi laptop, koneksi internet, serta headset untuk terhubung secara tatap muka virtual melalui video conference Zoom bersama petugas Person In Charge (PIC) resmi BPJS Kesehatan Cabang Jember.
Melalui interaksi virtual ini, warga memproses berbagai kebutuhan seperti pengecekan status kartu, pemindahan lokasi puskesmas/FKTP, hingga pendaftaran anggota keluarga baru. Peran mahasiswa KKN sangat krusial sebagai fasilitator teknis yang mendampingi penggunaan perangkat serta menjembatani komunikasi warga lansia dengan petugas.
Sinergi antara Pemerintah Desa Cakru, mahasiswa KKN Kolaboratif, dan inovasi VIOLA BPJS Kesehatan membuktikan bahwa digitalisasi pelayanan publik mampu hadir secara sederhana namun berdampak nyata. Keberhasilan kegiatan ini memastikan masyarakat desa memperoleh kepastian layanan kesehatan yang merata, cepat, dan tanpa terkendala jarak.