80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pace, Silo ā Sebanyak 1.853 warga Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menerima bantuan beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disalurkan oleh Perum Bulog pada Rabu, 30 Juli 2025. Penyaluran bantuan ini dipusatkan di BalaiĀ Desa Pace dan mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 049 yang turut membantu proses distribusi di lapangan. Program bantuan pangan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setiap keluarga yang mendapat undangan menerimaĀ jatah beras Juni- JuliĀ sebanyak 20 kg yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah meningkatnya harga bahan pokok.
Kegiatan berlangsung sejak pagi dengan sistem antrian yang tertib. Mahasiswa KKN berperan aktif dalam pengecekan data penerima atau memverifikasi data, pengaturan jalur antrian, hingga membantu lansia dan warga yang kesulitan membawa beras mereka. Kehadiran mahasiswa ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, Bulog, dan kalangan akademisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Suasana pembagian bantuan berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Sejumlah warga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini dinilai sangat berarti, terutama bagi mereka yang selama ini terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup sehari-hari.
Pemerintah Desa Pace menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja sama, mulai dari pihak Bulog, perangkat desa, hingga mahasiswa KKN yang secara sukarela ikut serta membantu kegiatan ini. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kerja sama lintas sektor. Bantuan beras ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.
Dengan adanya program seperti ini, kebutuhan pangan pokok warga yang kurang mampu bisa lebih terjamin, sehingga mereka tidak terlalu terbebani oleh lonjakan harga pasar. Selain menjadi ajang penyaluran bantuan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat. Mahasiswa pun mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan sosial berskala besar.
Kegiatan pembagian berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong. Harapannya, program bantuan semacam ini dapat terus hadir sebagai wujud kepedulian negara terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah-daerah yang rentan terhadap kesenjangan ekonomi.